Sambal
Melaksanakan ibadah haji tentu perlu energi, karena berjalan kaki ke masjid, naik tangga karena lift antre serta pelaksanaan salat itu sendiri juga memerlukan banyak energi karena biasanya tidak cukup dengan salat wajib tetapi ditambah lagi dengan salat –salat sunat.
Untuk itu asupan kalori yang masuk tentu harus mencukupi, baik dari segi jumlah ataupun dari segi rasa. Jemaah haji regular menerima tiga kali makan yang disajikan dalam kotak aluminium foil serta air mineral dalam botol plastik. Makan siang dan malam dilengkapi buah, sedangkan menu sarapan tanpa buah.
Hampr sepekan di Madinah buah yang paling sering muncul adalah jeruk mandarin yang berwarna jingga. Beberapa teman mengeluh rasanya kecut, tapi bagi lidah saya tidak masalah, karena menurut saya jeruk itu memang pasnya kalau ada kecut-kecutnya, kalau manisnya puoool kurang mantap.
Saya berusaha tidak mengeluh, memakan saja semua hidangan yang datang. Untuk siang dan malam lauknya dua, sedangkan pagi hanya satu. Pagi ini saya sarapan dengan nasi putih dan kering tempe. Saya tidak tahu apakah suami saya di kamarnya memakan menu ini, karena lidahnya kurang menerima lauk yang rasanya manis.
Barangkali di hati teman-teman saya yang semuanya orang Minang juga merasakan hal yang sama, setiap hari menunya tanpa sambal. Ikan goreng, ayam goreng, ayam kecap, ikan tepung yang semuanya tanpa sambal. Padahal umumnya orang Minang makan sesuatu yang balado.
Saya dan suami membekali diri dengan sambal yang saya buat sendiri, lalu dimasukkan dalam botol yang semula sudah direbus. Sampai hari ini pada hari ke-enam, sambal yang saya bawa rasanya masih seperti semula, artiya tidak basi. Teman sekamar saya membawa bekal sambal sachet, yang dicampur ke nasi satu sachet setiap kali makan.
Saya dan teman-teman berusaha patuh dengan nasehat pembimbing, untuk bersyukur dengan segala yang diterima pada pelaksanaan haji ini, termasuk makanannya. Maka keluhan hampir tidak pernah muncul, tapi dalam hati siapa tahu ya, he..he..
Semoga pada tahun berikutnya, keberadaan sambal dalam menu jemaah haji mendapat perhatian bagi penanggung jawab cateringnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
