Seandainya Saya Seorang Polygot
Berada di Madinah diantara ratusan ribu mungkin jutaan manusia, tentu saja bertemu dengan berbagai manusia dari berbagai negara. Mereka memiliki aneka warna kulit, tinggi badan dan tentu saja bahasa yang beraneka.
Setiap salat di samping saya selalu saja ada jemaah dari negara lain, atau setidaknya orang Indonesia dari provinsi berbeda. Untuk orang Indonesia tidak ada masalah, bahasa persatuan kita membuat saya bisa berkomunikasi dengan orang Lombok, orang Jawa, orang Sunda atau orang Makasar.
Walaupun bahasa Inggris dikatakan sebagai bahasa internasional, tetapi tidak semua orang bisa menggunakannya. Saya sendiri pemakai bahasa Inggris pasif,artinya saya lebih paham membaca buku berbahasa Inggris dari pada bicara langsung.
Saat duduk di masjid Nabawi itulah saya terpikir, betapa beruntungnya mereka yang dikarunai kemampuan polygot, bisa berbicara dan paham lebih dari lima bahasa. Saya pernah sebelah dengan orang dari South Africa (Afrika Selatan) dan komunikasi kami lumayan lancar karena bisa dengan bahasa Inggris.
Jemaah yang lebih sering saya bertemu adalah dari Aljazair, walau dari Afrika, tapi tampilannya bule banget dan mereka sepertinya berbicara dalam bahasa Arab, yang sayang sekali saya tidak bisa.
Pekerja kebersihan kebanyakan dari Bangladesh, karena barangkali pendidikannya juga terbatas, mereka juga tidak bisa berbahasa Inggris. Apalagi kelompok dari Afrika, seperti Nigeria, Mali, Pantai Gading, saya tidak paham sama sekali bahasa mereka.
Tadi pagi seorang jemaah India bertanya arah ke Raudah, walau dalam bahasa India, saya paham karena mereka menunjuk-nunjuk dan bahasa tubuhnya memberi tanda itu. Tetapi saya tidak tahu cara menjelaskannya. Bahasa India saya cuma nehi dan syukria.
Makanya saya berkhayal, bila saya bisa berbagai bahasa, maka tentu saya bisa membantu menjelasan arah dan bercakap-cakap dengan mereka. Maha suci Allah, dengan berbagai bahasa dan ras, kami dipertemukan dalam menjalani ibadah yang sama, dan bicara kepada Allah dalam bahasa yang sama.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
