Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Apa Saja yang Dibawa ke Armuzna?

Apa Saja yang Dibawa ke Armuzna?

Kegiatan haji yang utama adalah penyelenggaraan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Selain itu maka jemaah tinggal di hotel. Pelaksanaan di Armuzna berlangsung empat malam atau lima malam, tergantung Anda memilih melaksanakan melempar jumrah secara nafar awal atau nafar tsani.

Rombongan jemaah haji akan berangkat dari hotel dengan berpakaian ihram pada tanggal 8 Zulhijah. Laki-laki dengan pakaian ihram yang hanya dua lembar kain tak berjahit, sedangkan perempuan dengan pakaian yang menutupi aurat.

Lalu untuk pelaksanaan empat malam itu apa saja yang dibawa? Sayapun awalnya galau, bawa koper atau tidak, tapi saya putuskan bawa koper saja dan satu ransel. Saya juga membawa sandal jepit di luar sepatu yang saya pakai.

Barangkat dari hotel tanggal 8 Zulhijah kami sampai di tenda di Arafah saat magrib dan malam itu tidur di tenda di Arafah. Waktu wukuf dimulai besoknya setelah saat zuhur hingga waktu magrib. Malamnya setelah salat isya kami bersiap-siap untuk berangkat ke Muzdalifah.

Kami diantar bus ke Muzdalifah pada tengah malam, lalu mengambil kerikil yang telah tersedia dalam kantong-kantong kecil, jadi bukan memilih kerikil di tanah. Selama di Muzdalifah kami beralas tanah dan beratap langit, alas duduknya syukurlah saya bawa seprai dari rumah. Ternyata ada beberapa karpet yang disediakan di lapangan itu, kami kemudian menggunakannya untuk salat tahajut dan salat subuh.

Pukul 8 pagi kami meninggalkan Muzdalifah untuk menuju ke Mina. Sampai saat itu baju kami masih sama dengan yang dipakai saat meninggalkan hotel, sudah gerah, tapi harus ditahan hingga selesai melempar jumrah pertama. Jadi setelah selesai melempar jumrah pada waktu magrib hari Rabu 28 Juni 2023, barulah malam itu saya bisa mandi dan ganti pakaian.

Selama masih niat ihram maka tidak dibolehkan memakai wangi-wangian. Jadi saya membawa sabun, pasta gigi,deodorant dan sun screen non parfum yang saya beli on line.

Dari anjuran yang saya baca dan tonton di you tube dianjurkan bawa bantal tiup, saya beli dan membawa, ternyata di tenda diberi bantal, benda itu kemudian tak terpakai. Saya juga bawa kipas angin portable, juga tidak terpakai, karena AC di tenda cukup dingin. Kantong urine yang juga dianjurkan untuk dibawa tidak juga saya gunakan, lebih baik antre di toilet dari pada kencing ke dalam kantong itu. Saya juga bawa senter untuk mencari kerikil, ternyata di Muzdalifah lampu di mana-mana, untuk apa senter ?

Jadi, bagi jemaah haji perempuan yang akan ke Armuzna, cukup baju ganti satu buah saja, lengkap dengan dalaman dan kerudung serta kaus kaki. Bawa handuk kecil untuk mandi, serta perlengkapan mandi non parfum. Jangan lupa bawa obat-obatan yang diperlukan, serta alas kaki yang nyaman agar tidak mengganggu perjalanan untuk melempar jumrah, juga sandal jepit untuk ke toilet. Perlu juga membawa topi dan kaca mata hitam, agar tahan terhadap panas dan silau cahaya matahari.

Jadi kalau ada ransel yang kuat dan bisa menampung semua itu, satu ransel saja sudah cukup untuk membawa peralatan ke Armuzna, karena saya pribadi selama empat malam itu hanya mandi satu kali. Jadi jangan memberat-beratkan bawaan untuk benda-benda yang ternyata tidak terpakai.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post