Dua Malam di Mina
Mina adalah pelaksanaan melempar jumrah atau kerikil, sebagai perumpaan untuk melempar setan. Karena pembimbing ibadah di kloter kami memutuskan kam melaksanakan nafar awal, maka pelaksanaan melempar jumrah kami tiga hari. Tetapi pembimbing tidak melarang bila ada jemaah yang melakukan nafar tsani, di mana pelaksanaan melemparnya empat hari. Namun untuk yang memilih nafar tsani, harus menerima bahwa tidak ada lagi petugas dan tim kesehatan lagi di tenda.
Kami melakukan melempar jumrah 3 hari, pertama hari Rabu 28 Juni 2023, hari kami sampai di Mina setelah dari Muzdalifah. Kami melaksanakan setelah salat asyar. Mulanya berkelompok tetapi lama kelamaan hanya saya dan suami karena kami pelan-pelan saja. Tidak uah khawatir akan nyasar, karena ada ribuan orang yang bisa diikuti
Kami sampai di tenda kembali saat azan magrib. Kaki saya luar biasa sakit, tapi malamnya bisa berkurang seteelah saya urut dengan balsem.
Malamnya saya pertama kali mandi setelah keluar hotel hari Senin, saya menunggu antrean dari pukul 21.00 hingga pukul 23.00. Saya tidak mempermasalahkan lagi tentang antre, karena saya harus mandi dan ganti baju, tidak tahan lagi memakai baju yang sama setelah tiga hari.
Hari kamis 29 Juni 2023, saya dan suami keluar tenda setelah salat subuh, sekitar pukul 04.30, dan sampai di tenda kembali pukul 05.30. Nyeri lutut, dan nyeri pada semua jari kaki saya nikmati saja. Alhamdulillah saya masih bisa menjalaninya, tidak diwakilkan pada orang lain.
Hari ke tiga melempar jumrah kami lakukan tengah malam, saya dan suami keluar tenda pukul 00.15. Hari terakhir ini kami lebih santai, karena kalau dua hari bisa kami lewati, tentu hari ke tiga juga bisa. Jarak yang kami tempuh adalah dua buah terowongan ditambah area terbuka di luar terowongan, saya kira sekitar 3 km, jadi pergi dan pulang sekitar 6 km.
Mendekati tenda kami berhenti membeli jus mangga botolan dan tiga buah samosa, gorengan yang berbentuk segi tiga. Tapi rempahnya terlalu medok, lidah saya kurang bisa menerimanya. Jadi satu samosa yang tersisa saya berikan saja pada seorang petugas kebersihan. Oya, tiga samosa harganya tiga real, sedangkan dua botol jus harganya 10 real.
Selama berjalan menuju tempat melempar jumrah, suami saya selalu menggengam jari saya. Kami tidak banyak bicara, karena berusaha tetap membaca doa sepanjang jalan. Lagi pula energi akan makin banyak terpakai bila banyak bicara.
Hari Jumat 30 Juni selesai kegiatan di Mina, kami diangkut bus kembali ke hotel sekitar pukul14.00.Sampai di kamar hotel, sungguh terasa nikmatnya berada di kamar dengan tempat tidur yang nyaman dan toilet yang tak perlu antre, Alhamdulillah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
