Kaleng Biskuit
(Tatika)
Kami berlima sedang mengerjakan tugas kelompok Bahasa Indonesia di ruang tamu Nurul, kemudian Nurul yang sederhana itu keluar dengan membawa minuman dan sekaleng biskuit merk terkenal. Eva yang ceplas-ceplos segera menyuruh Lala menebak isi kaleng itu peyek, rengginang atau kripik singkong, dan Lala langsung membuka tutup kaleng tersebut. Semua terdiam saat melihat isinya betul-betul satu kaleng penuh biskuit, Nurul lalu berkata, “Silakan dimakan, kakakku bekerja di perusahan biskuit itu.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
