Aura dan Aroma
(Tatika)
Pak Arya orangnya agak ”genit”, jadi saat jam kosong dia suka sekali berkumpul dengan guru-guru muda yang masih lajang atau yang masih mama muda. Jadi ketika siang itu saat dia sedang bercanda ria dengan empat guru muda lalu dua guru senior Bu Ana dan Bu Lita datang maka dia merasa tak nyaman. Agar kedua guru itu pergi, dengan nada menyindir Pak Arya berkata, ”Memang beda ya guru junior dan senior, guru junior auranya ceria aromanya parfum, kalau guru senior auranya berwibawa aromanya balsem.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
