Untuk Mancing Bu ?
Setiap Ahad saya ke pasar tradisional untuk persiapan dapur sepekan ke depan. Sebetulnya Ahad itu pasar desa tetangga, jaraknya dari rumah sekitar 8 km. Pasar terdekat dari rumah saya jaraknya hanya sekitar satu km, tapi hari Senin. Bisa sih saya ke pasar hari Senin, tapi selepas usai sekolah, pukul tiga sore, ya pasti sudah pada layu sayurnya, pasar mau bubar begitu.
Karena untuk sepekan, maka baik sayur atau protein hewani tentu dibeli beberapa macam. Pertama saya ke bagian produk laut dulu, saya beli udang dan cumi. Harganya sama, sekilo Rp 80.000. Saya sih belinya masing-masing ¼ kilo, karena di rumah cuma saya dan suami.
Saat memilih cumi, saya pilih yang ukurannya kecil-kecil, tujuannya agar satu ekor untuk sekali hap, tidak perlu dipotong lagi. Setelah itu ditimbang ¼ kilo seperti permintaan saya. Saat itu penjualnya bertanya.
“Ini untuk mancing ya Bu?”
Saya hanya diam menatap penjual cumi karena kurang paham.
“Ibu pilih cuminya yang kecil-kecil, apa untuk umpan mancing?”
“Enggak,” hanya itu jawab saya.
Saya bayar cumi dan udangnya dan pergi dari sana dengan perasaan dongkol.
Memang mancing ikan apa yang umpannya cumi? Pasti mancing di laut kan? Apa yang nanya tidak lihat saya ini ibu-ibu, eh nenek-nenek umur menjelang 60, masa iya saya mancing di laut? Sudahlah, barangkali dia cuma basa-basi sekedar bahan untuk ngobrol, saya saja yang lagi baper.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
