Salah Sangka
(Tatika)
Sudah beberapa kali aku melihat anak laki-laki itu menunggu Kania di depan kelas, pergi sekolahpun mereka selalu berboncengan, baru kelas 10 pacarannya sudah bagai tak terpisahkan. Kali ini kelasku agak terlambat pulang karena kegiatan praktikum belum selesai, dan aku kembali melihat anak laki-laki itu menunggu Kania di depan laboratorium. Aku segera berjalan ke teras laboratorium dan menyuruh anak laki-laki itu segera pulang, “Kata mama harus pulang bareng Bu, Kania itu adik kembar saya.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
