Urusan di Pengadilan Agama
Tatika
Baru saja memarkirkan motorku, Bu Isti yang lebih duluan datang mendekatiku lalu memegang tanganku erat, dengan mata berkaca-kaca dia berkata pelan agar aku mengingat nasib anak-anak dan jangan gegabah mengambil keputusan. Aku tentu saja heran dan tak paham, lalu dia mengatakan bahwa dia tahu dua hari ini aku sibuk menanyakan alamat kantor pengadilan agama dan bahkan kemarin datang ke sana.Aku akhirnya tertawa dan mengatakan Astri anakku rencana magang di sana, dan aku diminta tolong menguruskan izinnya, "Tenang Bu, aku dan suami InsyaAllah tidak berniat ada urusan di pengadilan agama."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
