Ciplukan di Halaman
Saya tidak bisa bercerita tentang masa kecil yang menghabiskan waktu dengan bermain di kebun, di sawah atau di pinggir hutan. Kemudian masa kecil yang dihabiskan dengan mencari buah-buahan liar di semak-semak, sungguh masa kecil saya tak sebahagia itu.
Rumah saya di tengah kota, di sebuah gang, rumah sederhana dengan halaman sempit, tapi masih bisa dipaksa untuk menanam sebatang jambu air yang buahnya berwarna hijau. Kalau masih disuruh bercerita tentang pengalaman dengan pohon buah, itu saja yang bisa saya ceritakan, bahwa saat SD saya mahir memanjat pohon jambu air yang rajin sekali berbuah.
Kemudian takdir membuatkan saya ditempatkan menjadi guru di sebuah desa, 150 km dari rumah masa kecil saya. Saat itulah saya mulai memandang alam yang luas ini, mengenal berbagai pohon yang dulu hanya tahu dari membaca.
Ternyata jengkol itu tidak berbuah satu- satu seperti mangga, ternyata bengkuang itu ada buah dan bijinya. Ternyata aren itu buahnya bergerombol dan menjuntai sangat banyak. Saya merasa luar biasa dengan hal baru yang saya lihat, bahkan terpana saat pertama melihat tupai yang melompat dari daun kelapa satu ke daun kelapa lainnya.
Jadi, ketika di halaman saya tanpa diundang sekelompok ciplukan tumbuh dan berbuah, maka saya biarkan saja. Saya tidak pernah kenal ciplukan di masa kecil, melihat saja tidak pernah. Jadi saya merasa buah-buahnya yang bergantungan itu anugerah luar biasa.
Pertama mencoba saya tak suka rasanya, langu. Lama-lama saya menemukan bahwa rasa ciplukan tidak terlalu buruk, sehingga saat ini setiap menemukan ciplukan matang maka saya akan segera memakannya.
Sekarang di halaman ada 9 batang ciplukan dan semua berbuah, mungkin burung yang menjatuhkan benihnya di situ, atau hewan lain entah siapa.
Hanya dengan 9 batang ciplukan saja, saya sudah merasa bahagia.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
