Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Keliru

Keliru

Baru pukul 9, tapi matahari sudah sepanas ini, sehingga keringatku mengalir di kening dan di punggung. Di keranjang belanjaanku ada dua bungkus es dawet yang pasti segar untuk kami nikmati sesampai di rumah. Aku bergegas mempercepat langkah menuju parkiran, tempat suamiku menunggu.

Seorang perempuan berumur enam puluhan berhenti di depanku, lalu memegang tanganku. “Nduk, wah cepet ya selesai belanjanya, Bude baru datang ini.”

Aku segera menyadari ini adalah kesalahpahaman, apa iya ada orang yang mirip denganku. Aku tidak mungkin terus berjalan, berhenti lalu menghapus keringat kemudian tersenyum pada ibu itu.

“Maaf Bu…” aku ingin mengatakan bahwa beliau pasti salah orang, tapi diapun segera memotong.

“Bude minta maaf, belum sempat lihat bapakmu, kami sedang sibuk tanam padi, besok baru beres, Insya Allah Bude jenguk bapakmu setelah itu. Kok bisa jatuh dari motor sih bapakmu?”.

Aku menghela nafas panjang, bagaimana mengatakan kekeliruan ibu ini.

“Bilang bapakmu, sebelum sembuh betul jangan ke mana-mana dulu, eh jenengmu sopo to, lali Bude.” Untung sepotong bahasa jawa itu aku bisa paham, dan aku akan membuka mulut mengatakan namaku.

“Eh iya, Dewi, maklum Nduk, wes tua.”

Aku makin resah, membayangkan es batu di bungkusan es dawet akan mencair bila terlalu lama di keranjang.

“Ya sudah, Bude belanja dulu, salam sama ibumu.”

Aku mengangguk, tersenyum dan segera melangkah, tapi terdengar lagi suara itu di belakangku.

“Eh Nduk, baru ingat, kapan kamu lahirannya? Udah langsing aja, lanang po wedok?”

Terserahlah bila ibu itu menganggapku tak sopan, aku melangkah cepat, berharap segera sampai di parkiran motor. Semoga tak ada yang mendengar pertanyaan itu, aku baru menikah sebulan, masa ditanya kapan lahiran? Aku mengomel dalam hati, pada perempuan entah siapa, entah di mana, apakah betul wajahnya semirip itu denganku?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post