Kunyit dan Aglonema
Saat membersihkan tanaman hiasku, aku kaget, melihat ada tunas daun bawang di samping tanaman kuping gajah. Saat aku konfirmasi ke mama, beliau men jawab memang dia yang menanam potongan batang daun bawang di sana.
Dengan lemah lembut aku mengatakan, mengapa mama tidak menanam daun bawang itu pada pot berbeda, karena aku khawatir pertumbuhan kuping gajahku terganggu. Seharian itu mama mendiamkanku, dan sorenya ia mengatakan besok pagi akan pulang ke rumahnya.
Mamaku berumur 71 tahun, papa meninggal tiga tahun lalu, jadi sungguh riskan membiarkannya sendiri di rumah. Rumahku yang berjarak 100 km adalah rumah anaknya yang terdekat. Rumah Kak Indah di pulau berbeda sedangkan Bang Ihsan lebih jauh lagi karena sedang tugas belajar ke Australia.
Malamnya suami menemui mama di kamar, setelah aku mengatakan aku tidak berhasil membujuk mama agar tidak pulang
Barangkali karena suamiku lebih pintar bicara, bahkan sampai membujuk mama dengan linangan air mata maka mama mulai kooperatif.
Mama tertarik saat suamiku berkata akan menyediakan banyak polibag berisi tanah, dan akan membersihkan area di samping dapur agar mama bebas bercocok tanam.
Hampir dua bulan berlalu setelah itu, mama tidak pernah menyinggung lagi ingin pulang. Polibag yang disediakan suamiku diisinya dengan tanaman tomat dan cabe, sementara tanah di samping dapur mulau berisi tanaman kecil-kecil entah apa yang baru tumbuh.
Suatu pagi aku ingin menyiram dan menambah pupuk tanaman hias Aglonemaku. Ada satu Aglonema suksom yang kubeli pada pedagang bunga saat daunnya baru tiga lembar dan aku membayar 250 ribu. Pagi ini aku kaget luar biasa, saat melihat di pot aglonemaku ada beberapa kunyit yang baru tumbuh, bahkan juga ada kencur Tidak ada lagi ruang kosong untuk aglonema memamerkan daun-daunnya.
Apakah perlu suamiku turun tangan lagi seperti dulu. Aku tidak mau mama ngambek lagi. Perlahan semua pengganggu aglonema kupindahkan ke tanah. Aku siap mendengar semua kemarahan mama, asalkan dia tidak mengatakan ingin pulang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
