Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belitung yang Tenteram Damai

Belitung yang Tenteram Damai

Pantai Tanjung Pendam di depan hotel Grand Hatika tempat kami menginap adalah pantai landai dengan pasir yang putih. Saat sore hari banyak anak muda yang jogging dan bersepeda, terasa nyaman duduk di pantai menikmati suasana sore hari.

Suasana aman tentram itu juga terasa saat kami menuju kecamatan Belitung Timur. Jalan rayanya sepi, tidak ada kendaraan umum, mobil dan motor juga tidak ramai. Yang luar biasa adalah struktur jalannya yang mulus, rapi tidak ada lobang, tidak bergelombang.

Kami mengunjungi sekolah laskar pelangi, berjalan di halaman replika sekolah itu terasa sekali panas matahari, memang luar biasa panas pulau Belitung.

Setelah itu kami ke Bukit Samak, tempat yang merupakan perumahan karyawan PT Timah, dan sejarang di puncak bukitnya ditata untuk dijadikan tempat berfoto.

Kami makan dan salat Jumat/zuhur di daerah Gantung. Makannya di runah makan Padang, syukurlah pemiliknya masih bisa menjawab dengan bahasa Minang saat kami bicara bahasa Minang dengannya.

Setelah itu kami menuju Belitung utara, ke pantai Tanjung Tinggi, yang terkenal dengan tumpukan batu granit raksasa sepanjang pantai. Di spot foto yang lebih bagus di sebelah kanan pantai saya berdua suami difoto oleh sopir mobil yang kami sewa. Saya berharap akan mendapat hasil yang baik karena latar yang bagus, saya baru tahu semua foto yang diambil sopir itu semua blur, mau menangis rasanya karena rasanya mustahil kami akan kembali ke sana.

Setelah itu kami ke pantai Tanjung Kelayang, hanya sekedar berfoto karena hari sudah pukul 17.00, satu jam lagi sudah magrib.

Sebelum ke hotel kami mampir membeli mi Atep, mi rebus yang terkenal itu. Minya dibungkus daun dan kuahnya terpisah dibungkus plastik, harga satu porsi Rp 22.000.

Kami meminjam alat makan hotel untuk memakannya di kamar, dan bagi lidah saya rasa mi itu tidak istimewa, minya agak putih, ada kentang, timun dan krupuk emping, kuahnya kental dan ada udangnya.

Saya akan mengenang Belitung dengan kenangan yang manis, pulau kecil yang indah, nyaman, tenteram dan damai.

Besok pagi kami akan meninggalkan Belitung untuk menuju Bangka.

85
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post