Seni Menjemur Kain
Waktu saya masih SD, saya membantu ibu menjemur kain yang dicucinya, saat itu ibu mengajarkan bahwa menjemur kain itu juga ada seninya.
Pakaian dalam letakkan di belakang, supaya tak terlihat langsung oleh orang yang lewat dekat jemuran, kemudian (maaf) bagian depan celana dalam itu posisinya jangan arah ke depan, karena membuat risih yang melihat.
Ibu juga menyusun pakaian sejenis berdekatan, dan sewarna. Singlet yang berwarna putih disusun berdekatan sesama singlet dan dengan kemeja putih. Kaus kaki sesama kaus kaki, celana panjang sesama celana panjang dan seterusnya.
Hal seperti itu membuat jemuran menjadi teratur dan menarik, bila mencari pakaian tertentu di jemuran juga lebih mudah menemukannya.
Bila suami saya menolong menjemur cucian, maka dia menjemur secara acak adut, singlet di sebelah rok, baju kaus dekat lap tangan. Bila saya mengatakan yang sebaiknya, dia malah membantah, "Ah, cuma jemuran kain ini."
Kalau sedang banyak waktu maka diam-diam saya susun ulang, tetapi seringnya waktu itu mepet. Sehingga saya pasrah menerima jemuran kain versi suami. Tapi sudahlah, setidaknya suami saya mau membantu mengerjakan tugas rumah tangga ini.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
