Terlambat yang Disyukuri
Nina hampir menangis melihat antrean panjang kendaraan di depannya, masih sekitar 40 km lagi untuk sampai di bandara, waktu yang tersisa 70 menit lagi. Ada truk pengangkut pasir mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di jalan, hal itulah yang menyebabkan barisan kendaraan mengular karena truk tersebut belum disingkirkan. Turun dari mobil travel waktu keberangkatan pesawatnya 10 menit lagi yang membuatnya berlari ke pintu keberangkatan domestik, tetapi semua kekhawatirannya menguap saat pengumuman berkumandang mengatakan pesawatnya terlambat 1,5 jam, hatinya ringan dan lapang dan menyadari ini adalah keterlambatan yang paling membuatnya bahagia seumur hidup.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
