Bukan Mau Melempar
Saat 30 menit menjelang pulang saya melihat Fauzan tertidur di meja beralaskan lengannya, teman-temannya menyadari arah tatapan saya dan mereka menjadi tersenyum. Saya akan melanjutkan pelajaran dan mengambil penghapus papan, tetapi beberapa siswa terlihat ketakutan sampai memejamkan mata. "Ibu mau menghapus papan, bukan melempar Fauzan. Mengantuk itu lumrah, yang tidak lumrah bila guru melemparnya dengan penghapus, masa kalian pikir Ibu sekejam itu?"
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
