Murah Sekali
Terung adalah sayur pelengkap yang banyak disukai orang. Di lodeh, di goreng atau di makan mentah sebagai lalapan.
Saya jarang membeli terung dengan harga resmi, maksudnya beli sekilo atau setengah kilo. Biasanya saya membeli terung dari uang kembalian saat membeli sayur lain, sisa uangnya untuk terung saja.
Seperti saat saya ke pasar kemarin, saya membeli timun yang kata penjualnya sekilo 5.000 rupiah, kalau setengah kilo 3.000.
"Beli timun setengah kilo, sisa yang 2.000 kasih terung saja ya." kata saya sambil memberikan uang 5.000 rupiah.
Saya kaget ternyata terung yang sisa uang malah lebih banyak dari timun yang belanja utama. Saya mengkonfirmasi apakah penjualnya salah, dia membenarkan bahwa itu terung seharga 2.000.
Saking penasaran sampai rumah saya timbang, ternyata 7,5 ons, hampir satu kilo.
Saya pernah menanam terung beberapa kali, tidak pernah hasilnya memuaskan. Kalau semurah ini, untuk apa juga buang tenaga menanam sendiri.
Saya kasihan pada petaninya, apakah modal dan keringat yang dikeluarkan sepadan dengan uang yang mereka terima?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
