Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pinjam Buku

Pinjam Buku

Jam terakhir tadi jadwal saya praktikum enzim katalase di kelas Biologi moving 2. Saat praktikum selesai semua murid sudah keluar, maka saya segera mengunci laboratorium. Seorang murid bernama Dira terlihat menunggu saya di teras laboratorium.

"Ada apa Dira?"

"Ibu ingat tidak, saat ujian akhir semester lalu, waktu itu Ibu mengawas di kelas saya."

"Oh, bulan Juni itu, sudah dua bulan lalu, ada apa Dira?"

"Ibu mengawas ujian dengan membawa novel ke ruang ujian."

"Oh, iya mungkin, memang kenapa? Apakah novel itu tertinggal di ruang ujian?"

Saya memang sering mengawas ujian dengan membawa bacaan, walau sebetulnya itu bukan hal yang terpuji. Karena mengawas ujian mestinya fokus dengan tugas, bukan diselingi dengan hal lain.

"Bukan Bu, dari sampulnya, terlihat buku itu menarik. Saya ingat warna sampulnya coklat, saya boleh pinjam Bu?"

Saya kemudian tersenyum, tentu perlu perjuangan baginya menahan diri selama dua bulan, untuk mempertimbangkan apakah sikap ini sopan atau tidak, lalu pada akhirnya memberanikan diri.

"Ibu tidak begitu ingat judul buku apa yang Ibu bawa waktu itu, tapi kalau kamu suka membaca, datang saja ke rumah. Ibu punya perpustakaan kecil, ada ratusan buku, umumnya novel, kamu boleh pinjam kok."

Wajahnya berbinar, "Boleh Bu?"

"Boleh, datang saja."

"Iya Bu, kapan-kapan saya datang untuk meminjam buku Ibu, terima kasih."

Di zaman gila gadget seperti ini, saya sungguh menghargai masih ada anak SMA yang suka membaca.

Bahkan dengan penuh keberanian meminjam buku yang hanya dilihatnya sekilas saat saya mengawas ujian di kelasnya.

Di rumah dengan rasa penasaran saya mencoba mengingat buku apa yang saya bawa ke kelas waktu itu, karena pasti buku yang saya beli sekitar bulan Juni lalu.

Saya menemukan ingatan saya, benar sampulnya coklat walau ada putihnya juga. Buku itu berjudul The Scarlet Letter (Aksara Duka). Ternyata buku itu saya beli bulan Desember, enam bulan sebelum itu, dan sampai kini buku itu baru saya baca hingga halaman 155 dari 233 halaman. Karena setiap hari waktu saya lebih tersita dengan membaca novel dari aplikasi di gadget dari pada membaca buku fisik. Ah, saya jadi malu pada Dira.

121
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post