Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menghabiskan Waktu

Menghabiskan Waktu

Siapa bilang menghabiskan waktu itu menyenangkan? Hari ini saya menghabiskan waktu dari pukul 9 pagi hingga pukul 15.00, tanpa tujuan jelas.

Kemarin saya dan suami ke Padang, kami bisa kosong karena di sekolah sedang pelaksanaan Penilaian Tengah Semester, dan kami mulai mengawas hari Rabu hingga Sabtu.

Adapun tujuan saya membeli zat kimia untuk kegiatan di laboratorium. Ada zat kimia namanya Hidrogen Peroksida, karena di sekolah habis, saya pinjam ke guru kecamatan sebelah, sudah lebih sebulan belum sempat juga mengganti karena toko zat kimia tidak buka pada hari libur, jadi harus pergi pada hari kerja.

Tentu saja yang membeli adalah dana BOSS, tapi karena dana belum turun, saya talangi dulu, dan ada lagi beberapa zat kimia untuk laboratorium yang saya beli.

Suami saya sekaligus ingin menservis mobil, karena harus sejak pagi, maka kami menginap di Padang Senin malam.

Selasa pagi kami keluar hotel setelah sarapan, saya diturunkan di pasar, suami langsung ke bengkel. Setelah itu ia menelepon bahwa mobil selesai sekitar pukul 15.00.

Saat itu masih pukul 9 pagi, toko-toko bahkan masih belum buka. Saya berjalan-jalan saja di pasar raya Padang yang masih lengang. Setelah sebuah toko pakaian buka, saya masuk ke sana. Membeli beberapa blus untuk kerja. Saya juga berjalan ke toko sepatu, membeli sepasang sepatu kerja.

Suami saya mengatakan, ke mal saja, keliling sambil ngadem. Dari toko sepatu dari pada naik angkutan saya berjalan kaki saja sekitar satu kilo, demi menghabiskan waktu.

Di mal saya hanya membeli bahan perlengkapan kamar mandi yang sudah habis. Saya belikan suami kemeja batik dan kaus oblong, saking tidak tahunya mau apa lagi.

Saya salat zuhur dijamak asyar dan makan siang di mal. Setelah selesai makan, saya bernama-lama duduk di restoran itu, sambil main HP, lebih satu jam, sampai saya risih sendiri dengan karyawannya.

Keluar restoran masih pukul 14.00, saya telpon suami, mobil masih belum selesai. Dibanding saya, tentu lebih bosan dia, yang hanya duduk di bengkel dari pagi.

Di mal tidak ada kursi untuk duduk, akhirnya saya duduk saja di lantai lobbi mal, masa bodoh lah, gak ada juga yang kenal saya.

Ternyata memang menunggu dan menghabiskan waktu itu tidak mudah.

173
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post