Inginnya
Yana dan Febi baru saja dari rumah Lola, mereka bersama beberapa alumni menyerahkan donasi pada Lola yang baru saja ditinggal mati suami. Kehidupan Lola saat ini berbanding terbalik dengan masa SMAnya yang glamor, bahkan saat itu dia menyetir mobil sendiri, walau diparkir di halaman bank seberang sekolah. Saat Yana menanyakan mana yang Febi inginkan, kaya waktu remaja dan susah saat tua, atau seperti mereka, pas-pasan saat remaja dan lumayan sejahtera saat tua. "Kalau bisa memilih, aku inginnya sejahtera sejak remaja hingga tua, dan mati masuk surga."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
