Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ke Taman Nasional Tanjung Puting (2)

Ke Taman Nasional Tanjung Puting (2)

Perjalanan melewati sungai berjalan tenang, kecepatan kapal sedang cenderung santai. Di kiri kanan kami ada tumbuhan nipah, dan tumbuhan rawa lainnya. Kami sempat melihat seekor buaya ukuran sedang di pinggir sungai.

 

Pukul 12.00 kapal berhenti di desa Sekonyer dan penumpang dipersilakan turun untuk melihat-lihat.  Tidak ada apa-apa di desa tersebut. Mestinya bila penumpang turun, ada sesuatu yang dijual di sana, sovenir, minuman khas atau apalah. Syukurnya ada masjid di sana, kami melaksanakan salat zuhur dijamak Asyar di sana.

 

Makan siang dibagi di kapal, ayam bakar dengan sambel dan lalap timun. Rasanya tidak begitu menggugah selera, nasinya tak habis oleh saya.

 

Setelah itu waktu terasa lama, karena kapal belum berangkat juga. Ternyata memang untuk melihat orang utan ada waktunya, yaitu saat pemberian makan yang berlangsung sekitar pukul 15.00. Jadi kami istirahat di desa Sekonyer menunggu waktu pemberian makan Orang Utan.

 

 Akhirnya pukul 13.45 kapal bergerak kembali. Pukul 13.55 turun dari kapal dan berjalan ke tengah hutan tempat diadakannya feeding time (waktu memberi makan). 

 

Perjalanan ini sekitar 20 menit, di tengah hutan Kalimantan yang lembab dan banyak nyamuk. Memang di brosur disuruh menyiapkan losion anti nyamuk dan jas hujan untuk setiap peserta.

 

Sesampai di tujuan kami menunggu lagi sampai semua peserta trip dari kapal lain juga berkumpul. Pukul 14.45 pawang meletakkan dua karung pisang di tempat semacam panggung, lalu dia berteriak dengan nada tertentu. Tidak lama satu persatu orang utan datang memakan pisang tersebut.

 

Ada beberapa lokasi seperti itu di sekitar tempat tersebut. Peserta trip adalah orang Indonesia dan turis asing dari berbagai negara, semua sibuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera HP atau kamera berbagai tipe.

 

Gerimis turun saat itu, untung kami siap dengan jas hujan, untung gerimisnya tak lama.

Cucu saya terlihat mengantuk dan kelelahan jadi kami ke kapal lebih dahulu dibanding peserta yang lain.

 

Pukul 15.55 kapal bergerak kembali ke pelabuhan Kumai. Saat perjalanan pulang banyak peserta yang tertidur kelelahan.Di pohon  pinggir sungai saya melihat beberapa bekantan.

 

Alhamdulillah cuaca dari pagi hingga sore ini cerah, kecuali gerimis sebentar saat dalam hutan tadi.

 

Hari ini pengalaman saya bertambah, naik kapal menyusuri sungai, melihat orang utan di habitat aslinya. Terlebih lagi bisa bersama dengan anak menantu dan cucu menikmati kebersamaan.

267
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post