Lebih Setengah Juta
Sejak dari lahir saya kira saya adalah pengguna BPJS, yang dulu namanya Askes. Ibu saya adalah PNS guru SD, dan beliau sangat memanfaatkan fasilitas tersebut. Dengan empat orang anak dengan berbagai keluhan, umumnya tidak ada dalam satu bulan yang luput dari pemanfaatan kartu tersebut.
Setelah bekerja sayapun segera mengurus kartu tersebut, dan memanfaatkannya untuk berobat ke puskesmas atau bahkan untuk dirujuk hingga rumah sakit provinsi.
Boleh dikatakan untuk pengobatan kami tidak mengeluarkan uang, sesekali ada juga bila ada obat atau alat kesehatan yang tak ditanggung BPJS.
Akhir November lalu kaki saya terkilir, mulanya tidak ada efek apa-apa, bengkaknya baru muncul dua hari berikutnya. Saya pergi ke tukang urut langganan, biasanya segala keluhan yang berhubungan dengan sendi dan tulang akan pulih setelah diurut oleh ibu itu, tapi kali ini tidak. Saya bahkan demam, dan pergelangan kaki saya membengkak dan sakit.
Setelah itu saya ke dokter faskes pertama, diberi obat pereda nyeri dan salep. Setelah itu saya ke Padang mengunjungi adik. Saat di Padang itu Sabtu malam dan hari Ahad, saya tak tahu berobat ke mana,saat itu kaki saya sakit sekali dan makin bengkak.
Ahad sore saya sampai di rumah kembali, saya putuskan Senin pagi ke dokter spesialis tulang di RS kabupaten, saya tak punya rujukan, saya mendaftar sebagai pasien umum.
Ternyata saya disuruh ke bagian radiologi untuk memfoto pergelangan kaki. Hasilnya Alhamdulillah tak ada patah atau retak, saya diberi obat anti nyeri dan salep. Itupun saya meminta dokternya memberi obat untuk tiga hari, biarlah saya datang lagi, setelah minta surat rujukan.
Benar saja, saat saya ke kasir untuk.membayar, total biaya yang harus saya bayar adalah 540.000, itu lebih dari setengah juta rupiah. Seandainya obatnya untuk satu pekan, mungkin mencapai 700.000.
Sakit itu memang mahal saudara-saudara, sungguh terasa beruntungnya tubuh yang sehat. Empat hari kemudian saya datang lagi ke klinik dokter spesialis tulang itu dengan surat rujukan, dan tentu saja saya tak membayar lagi satu rupiahpun.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
