Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Banyak yang Mesti Disyukuri

Banyak yang Mesti Disyukuri

Kemarin, Rabu 29 Januari 2025 kami berombongan meneruskan perjalanan ke Singapura. Perjalanan itu hanya satu hari dan balik sorenya kembali ke Kuala Lumpur.

Ini untuk kedua kalinya saya ke Singapura. Sebelumnya tahun 2017 saya juga pernah satu hari ke Singapura melalui Batam

Malam sebelumnya kami menginap di hotel Medeseri di Johor Baru. Dari hotel itu ke imigrasi Malaysia hanya sekitar 15 menit.

Kemudian sekitar lima menit kemudian setelah melintasi Selat Johor sampai di imigrasi Singapura.

Hari ini kami dibawa pemandu ke Jewel di bandara Changi, ke Merlion, ke Garden by the bay, beli pernak- pernik di Singapore Souvenir Centre (padahal jauh lebih heboh belanja di kaki lima Jam Gadang atau kaki lima Malioboro). Terakhir ke Pulau Sentosa untuk berfoto saja di depan bola dunia universal studio.

Yang terpikir oleh saya setelah wisata ini, yang dimiliki Singapura tak ada apa-apanya dengan Indonesia. Air terjun imitasi di Jewel, rasanya menyedihkan bila dibanding air terjun Lembah Anai, air terjun Telun Berasap dan ratusan air terjun atau curug lain di Indonesia.

Hutan kw di Garden by the Bay rasanya akan minder dengan hutan di Lembah Anai, dengan pepohonan sekitar Kelok 44.

Patung Singa Muntah yang iconik rasanya terlihat apa ya.., saya bahkan terpikir, "Cuma begini aja, kok tiap hari ribuan orang datang ke sini."

Oh ya, saya beli es krim di sebuah gerai di Merlion Park, es krim yang pakai tangkai, dengan bentuk yang mirip Merlion, harganya 8,9 dolar (107.000 rupiah) rasanya itu es krim bertangkai termahal yang saya makan seumur hidup.

Tetapi di jalan raya terasa nyaman, karena tak ada yang menyetir ugal-ugalan, tak ada klakson yang memekakkan. Tak ada orang yang parkir sembarangan atau menyeberang jalan semaunya.

Rumah susun di mana-mana, tidak ada rumah biasa dengan halaman tanah yang bisa ditanami singkong atau atau daun pandan.

Air minum mereka datang dari Johor dengan pipa raksasa. Kata pemandu sejak kerjasama dihentikan, Singapura mengolah air minum dari air laut, air hujan dan air limbah rumah tangga.

Pemerintah membujuk pasangan muda untuk punya anak hingga tiga orang dengan imbalan subsidi dan fasilitas. Jangan tiga, punya anak satu saja kebanyakan mereka menolak. Karena itulah ribuan pekerja datang ke Singapura, bahkan dari Johor sebagai daerah terdekat ke Singapura ada 350 ribu warga Malaysia yang bolak-balik setiap harinya. Bekerja dengan gaji Singapura yang tiga kali lipat gaji Malaysia dan tinggal di Malaysia dengan biaya hidup lebih murah.

Perjalanan satu hari ke Singapura, membuat saya bersyukur. Apapun masalah di Indonesia, tapi dengan karunia alam yang diberi Allah untuk tanah, air dan udara, sepatutnyalah saya bersyukur yang sebesar-besarnya.

302
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post