Tantangan 10.000
Wahyu dan Irfan sedang berada di sebuah universitas negeri di ibu kota provinsi, mereka berdua guru pembimbing yang membawa lima orang siswa untuk lomba mata pelajaran di universitas tersebut. Ketika siswa masuk auditorium untuk mengikuti lomba tertulis selama dua jam, keduanya lalu mencari tempat untuk menghabiskan waktu.
Mereka duduk di pelataran depan auditorium, di dekat itu ada gerobak dan mobil penjual makanan dan jajanan untuk mahasiswa. Entah ide dari mana, Wahyu lalu menantang Irfan bila ada mahasiswa yang lewat menyapa mereka dengan abang atau mas, maka yang disapa itu mendapat uang 10.000, kemudian Irfan menyetujuinya.
Karena tempat itu jalur perlintasan, banyak mahasiswa yang melewati mereka berdua, dengan sopan mereka membungkuk dan menyapa, Pak. Bahkan ada beberapa alumni yang heboh bersalaman setelah menyapa mereka. Sudah hampir satu jam, baik Wahyu ataupun Irfan belum satupun disapa dengan panggilan Abang.
Tiba-tiba ada seruan kaget, "Abang, kok di sini?" Wahyu memalingkan wajah melihat siapa yang menyapa Irfan, ternyata itu adik kandung Irfan yang kuliah di sana, tentu saja itu tidak termasuk dalam tantangan. Hingga semua siswa keluar dari auditorium, tak jua terdengar panggilan abang atau Mas, hanya pak, pak. Akhirnya Irfan menepuk bahu Wahyu, "Terima sajalah kenyataan, kita sudah bapak-bapak, sudah tua."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
