Kebijakan Sekolah
Di grup Klub Elit Gurusiana ramai yang bercerita tentang kebijakan di sekolah masing-masing tentang libur guru. Banyak sekolah yang mensyaratkan guru tetap datang ke sekolah walau muridnya libur.
Sekolah tempat saya mengajar kok terasa begitu mudah ya. Di SMA tempat saya mengajar guru boleh datang pada jam mengajar saja, selesai mengajar silakan pulang, tidak harus berada di sekolah dari jam pertama sampai jam terakhir. Hari Kamis pada semester ini saya mendapat jadwal hanya dua jam pelajaran terakhir, setelah ishoma, maka saya boleh datang ke sekolah pada waktu kewajiban saya itu saja, tidak perlu dari jam pertama.
Di sekolah kami bukti kehadiran juga dengan tanda tangan manual, tidak pakai mesin sidik jari. Duluu, kami pernah menggunakan mesin itu, tapi dirasa tidak praktis, maka kembali digunakan cara lama, dan aman-aman saja.
Libur lebaran ini, murid dan guru sama-sama libur dari 21 Maret hingga 9 April, tanpa perlu laporan, foto atau ambil bukti kehadiran ke sekolah, libur ya libur. Barangkali pegawai tata usaha dan kepala sekolah bila diperlukan akan datang ke sekolah, tapi saya guru biasa, maka saya disilakan menikmati libur.
Setiap kebijakan ada plus minusnya, tapi di sekolah saya seperti itulah, tidak sulit dan tidak dipersulit.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan