Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Lamaran

Bulan puasa tahun ini kulewati dengan pilu. Ibu, satu-satunya orang tua yang kumiliki pergi untuk selamanya lima bulan lalu. Ada kakak perempuan yang tinggal tak jauh dari rumah ibu, tapi takkan bisa menggantikan ibu. Kalau biasanya menjelang puasa aku sudah sibuk mencek harga tiket pesawat untuk mudik di aplikasi, maka tahun ini aku bahkan tak berniat membuka aplikasi tersebut.

Bekerja di Jakarta sejak lima tahun lalu, setelah wisuda, pertanyaan ibu selalu tentang apakah sudah ada seseorang untuk menjagaku di rantau. Ibu sudah punya dua cucu dari kakakku, namun tetap saja beliau berharap anak bungsunya segera memberi nya menantu dan cucu.

"Kamu sudah pesan tiket mudik?" tanya Ihsan teman satu divisi ku di kantor.

"Aku lebaran di sini saja," jawabku pelan.

Dia terdiam.

"Kamu ga kangen rumah?"

"Rumah itu ibu, dan tak ada ibu yang akan kutemukan di rumah."

"Masa kamu cuma mendekam di kamar kos selama libur lebaran?"

"Ga pa-pa, bisa bangun lebih siang, bisa nonton drakor lebih lama, " jawabku tersenyum.

Kemudian wajahnya berubah serius.

"Kamu mau ke rumahku? Kau tahu kan, ibuku asalnya sekota denganmu. Di rumahku kamu akan menemukan hidangan lebaran yang sama dengan rumah ibumu."

Aku mengernyit heran, ajakan yang aneh. Bahkan selama ini kami hanya berkomunikasi betul-betul hanya tentang pekerjaan. Mengapa tiba-tiba dia mengajakku ke rumahnya?

"Aku akan mengenalkanmu pada orang tuaku, untuk menjawab pertanyaan berulang mereka tentang siapa calon menantu. Kamu mau kan? Maka lebaran tahun depan kau tak perlu lagi sedih melewati bulan puasa dan hari raya sendiri."

Aku terpaku, tak percaya dengan pendengaranku. Ibu, kau dengarkah, apakah itu lamaran untuk anakmu?

356
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post