Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Wajit Cililin

Wajit Cililin

Anak laki-laki saya yang bekerja di Bandung akan pulang untuk lebaran pada hari Rabu 26 Maret 2025. Sedangkan anak perempuan saya yang tinggal di Kalimantan Tengah tidak pulang. Saya paham, tiket mudik lebaran mahal, mereka berempat, harus dua kali naik pesawat untuk sampai ke rumah. Berarti pulang pergi mereka harus membeli 16 buah tiket. Itu pasti akan membuat rekening menjadi kering kerontang.

Tadi siang anak laki-laki saya menelepon, rupanya dia sedang di Pasar Baru Bandung.

"Ma, mau dibelikan apa lagi selain wajit Cililin?"

Lalu dia mengirim foto suasana toko makanan ringan di Pasar Baru.

"Engga ada, mama cuma mau wajit."

Sebetulnya saya yang meminta beberapa hari lalu agar saat dia mudik membelikan saya wajit cililin. Hari ini karena hari Ahad dia ke Pasar Baru membelikannya.

Wajit Cililin rasanya manis, dari tepung ketan bercampur parutan kelapa, itu yang terasa oleh lidah saya, proses detilnya saya tidak paham. Yang unik makanan itu dibungkus dengan daun jagung yang telah kering.

Anak saya menanyakan lagi apakah saya mau dodol, saya menolak, karena memang tak begitu suka. Cukuplah wajit Cililin, dan yang lebih utama anak laki-laki saya pulang lebaran ini, itu yang lebih penting.

354
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post