Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Yang Terakhir (2)

Semua tetangga tahu maksud Bu Rini, tapi mereka masih menahan lidah untuk tidak berkomentar, bagaimanapun tidak baik menceritakan kejelekan orang yang telah almarhum.

Pak Herman memang terkenal menyebalkan. Saat dahan mangganya menjulur ke halaman Bu Atik, dia dari awal memberi peringatan agar Bu Atik tidak memanen buah mangga yang menjulur itu, karena itu tanamannya. Sebagai gantinya Bu Atik juga mengumpulkan semua daun mangga kering yang jatuh dan menyerahkan ke Pak Herman.

Pak Herman selalu menolak ronda, menolak kerja bakti dengan berbagai alasan. Saat menyumbang sesuatu di masjid, dia selalu memesankan agar namanya disebut dengan jelas dan lengkap.

Saat jenazahnya datang, tetangga dapat melihat betapa memelasnya wajah Bu Rina istrinya. Kepada Bu Nia istri Pak Herman itu mengatakan ia tak memegang uang, karena semua diatur Pak Herman. Padahal almarhum adalah seorang PNS di kantor bupati.

Lengkaplah sudah semua hal menyebalkan tentang Pak Herman. Pak Erwin ketua RT memberikan kalimat yang membuat semua terpaksa menganggukkan kepala."Bagaimanapun sikap tak baik beliau semasa hidup, kita mesti mengurus jenazahnya, besok-besok takkan ada lagi urusan dengannya, ini yang terakhir."

(Tamat)

358
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post