Yang Terakhir
Besok hari raya, malam ini sebagian warga berbuka puasa dengan santai. Tidak perlu terburu-buru, karena tak ada salat tarwih lagi, besokpun tak perlu makan sahur lagi.
Orang tuapun membiarkan anak-anak mereka main kembang api walau belum makan malam, semua berpikir, nanti juga bisa, malam lebaran ini.
Ketenangan warga terkuak saat mendengar salam yang diucapkan dari masjid. Semua tahu, itu suara Pak Rahman dan semua tahu, beliau selalu menyampaikan berita kematian.
"Innalillahi wainnaihi rajiuun, telah berpulang ke rahmatullah, saudara kita Pak Herman Rusdi, dengan alamat blok B nomor tiga, pada pukul 17.45 di RSUD, jenazah akan segera sampai di rumah duka."
Pak Dodi yang sedang di halaman untuk memanggil anaknya lalu bertanya pada Pak Yusuf yang sedang duduk di teras.
"Sakit apa pak Herman Pak? Tadi siang masih ketemu di mini market."
"Ga tahu, rasanya sehat saja, tadi juga saya ketemu waktu beli bbm di SPBU."
Hampir semua warga di komplek itu lalu keluar rumah, bertanya pada tetangga penyebab kematian Pak Herman. Beberapa orang dengan bercanda mengatakan, "Kok bisa-bisanya milih pergi saat malam takbiran gini."
Bu Rini yang ceplas-ceplos langsung berkata, "Selama hidupnya ngeselin, sampai akhir hiduppun ngeselin."
(Bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan