Tidak Pasti
Di antara semua sepupu, Tiara adalah yang seumuran denganku, dia kesayangan nenek, kakek, om dan tante, semua orang menyayanginya. Sering sekali aku iri dengan segala pencapaiannya dan jengkel sekali bila ada kalimat, "Tuh, tirulah Tiara, segala bisa."
Semester lima kuliah Tiara mulai pacaran serius dengan Doni. Saat itu Doni sudah bekerja di perusahaan swasta terkenal. Tiara sendiri sambil kuliah bekerja menjadi pembawa acara di berbagai even.
Tahun berganti, aku menjadi guru di sebuah SD swasta dan menikah dengan seorang ASN kantor camat. Tiara sudah menjadi penyiar tv daerah, Doni sudah menejer di perusahaan tersebut, tapi mereka masih pacaran.
Kemudian saat anak pertamaku ku mulai belajar di PAUD, anak ke duaku lahir. Saat itu Tiara dan Doni masih pacaran juga.
Nenek dan kakek yang makin uzur serta para om dan tante sudah puluhan kali menanyakan kelanjutan kisah Tiara
Saat itu aku mensyukuri hidupku yang biasa saja, tanpa prestasi luar biasa, tapi bisa menemukan seorang laki-laki yang setelah berkenalan tidak butuh waktu lama untuk mengajakku menikah.
Saat anak pertamaku kelas dua SD, satu keluarga besar heboh karena Tiara putus. Doni beralasan bahwa diri nya masih belum siap.
Hampir sepuluh tahun Tiara membuang waktu untuk suatu hubungan yang tak jelas kemana muaranya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan