Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tukang Catat (2)

Ini kejadian saat saya kelas tiga SD. Wali kelas saya bu guru, memang dari dulu guru SD kebanyakan bu guru. Ibu ini kata ibu saya penderita sakit maag yang parah. Mengapa ibu saya tahu? Karena ibu saya juga guru di SD tersebut.

Jadi wali kelas saya itu sering keluar untuk makan, mungkin beliau segan untuk mengunyah di depan kelas. Saat beliau keluar kelas beliau akan meninggalkan tugas yang harus kami kerjakan, seperti soal matematika, menjawab pertanyaan bahasa Indonesia, atau menjawab pertanyaan IPA dan IPS. Menjelang beliau keluar kelas, beliau akan berpesan pada saya untuk mencatat nama-nama teman yang ribut atau mengganggu ketenteraman kelas. Apakah setiap hari? Tidak juga, tapi dalam satu pekan tugas itu pasti ada.

Saya kira pasti ada yang sakit hati dengan mandat yang dilimpahkan pada saya. Herannya, dengan kewenangan itu, kelas justru lebih hening saat tak ada bu guru dibandingkan ketika bu guru berada dalam kelas.

Sayapun lama-lama menjadi arogan. Bila awalnya saya menyerahkan kertas kosong, alias tak ada yang meribut, lama kelamaan saya menjadi lebay. Teman yang bersuara karena meminjam penghapuspun saya catat namanya. Ternyata betul ya, kekuasaan yang dimiliki bisa membuat seseorang menjadi sewenang-wenang.

Saya menikmati kekuasaan tersebut, menikmati kelas yang sepi seperti kuburan, karena takut namanya masuk dalam daftar nama yang akan dilaporkan. Ketika bu guru datang, biasanya tak ada hukuman, bu guru paling hanya membaca nama-nama dalam daftar tersebut, lalu mengingatkan agar jangan diulang.

Syukurlah tak ada penggalangan massa untuk balik menyerang saya. Mereka patuh saja dalam tekanan saat bu guru keluar kelas. Lama-lama kelamaan saya jenuh juga menjadi penguasa kelas seperti itu, dan mulai melonggarkan aturan.

Saat naik ke kelas empat wali kelas berganti, dan saya tak pernah mendapat tugas seperti itu lagi.

386
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post