Calon Istri untuk Papa (2)
Suamiku benar, hampir tiga tahun mama meninggalkan kami, setelah setahun sebelumnya menderita kanker usus. Setelah itu papa tinggal sendiri di rumah itu, aku dan suami walaupun satu kota tapi tinggal di rumah berbeda. Kami hanya dua bersaudara, dan Irfan adikku sedang sedang menyelesaikan S2 di Jakarta.
Papa guru SMA yang masih dinas enam tahun lagi. Papa sarapan yang praktis, roti dan susu. Makan siang membawa membawa bekal kadang membeli dari kantin sekolah. Malam papa memasak sekalian untuk bekal besok. Pakaiannya di laundry dan sekali sepekan ada Kak Titin tetangga kami yang menyapu, mengepel dan membereskan halaman.
Aku merasa semua sudah cukup untuk papa, hidupnya teratur dan terlihat nyaman. Untuk apa lagi papa mesti menikah?
Tetapi ide Ibu, kalimat suamiku membuatku memikirkan lagi keadaan papa. Betulkah aku tak memikirkan papa dengan serius? Bila memang papa akan menikah lagi, papakah yang mencari sendiri, atau kami yang mencarikan? Perempuan muda atau seusia mama kah?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan