Definisi Kaya
Saya pernah membaca suatu tulisan di Facebook tentang khayalan sebagian orang tentang apa yang disebut kaya. Ternyata apa yang kita anggap remeh bagi sebagian orang adalah kaya. Karena ada yang mengatakan bisa makan roti tawar dengan selai itu adalah kaya. Karena di rumahnya orang tuanya tidak sanggup untuk sekedar membelikan roti dengan selai.
Kalau demikian definisinya maka saya kaya, karena di rumah saya waktu kecil walau bukan sarapan yang rutin, tapi roti selai bukan sesuatu yang istimewa. Seringnya itu dibeli bila ada anak yang demam sehingga selera makannya tidak normal maka yang mudah adalah makan roti dicelup dengan susu.
Suami saya mengatakan dia waktu kecil merasa kaya bila bisa makan apel. Karena tahun 70-an apel tidak dijual seperti sekarang. Biasanya orang yang pulang dari Jakarta atau kota besar di Jawa yang membawa apel.
Saya ingat adik saya suka sekali menjilat susu kental manis dari kaleng, dan tentu saja dimarahi ibu. Adik saya berkata, "Coba saja nanti sudah besar kalau aku kaya, aku akan beli susu kental manis dan menyendokinya dari kaleng tanpa dicampur air." Ha..ha, padahal tidak perlu jadi orang kaya, dia tabung saja uang jajannya juga bisa membeli sekaleng susu kental manis.
Apa khayalanku tentang kaya? Saya waktu kecil dan remaja adalah kutu buku. Yang menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah dan perpustakaan daerah. Saya tidak bisa membeli bacaan di toko buku dengan semaunya karena uang yang terbatas. Jadi saya mengatakan, "Seandainya saya kaya nanti, saya akan ke toko buku, membeli bacaan yang saya mau tanpa berpikir tentang harganya."
Ada masanya saya menjadi kaya seperti angan saat kecil. Ke toko buku lalu memasukkan ke keranjang beberapa buku yang saya mau. Di kasir menyerahkan kartu debit untuk membayar buku yang saya beli. Lebih tepatnya saya mampu, bukan kaya.
Saya sendiri tidak ingin menjadi sangat kaya dengan harta di mana-mana. Saya ingin hidup cukup, semampunya dan itu sudah membuat saya bahagia.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan