Dipancing dengan Puisi
Hampir sebulan ini tak ada hujan di daerah saya tinggal. Saya rasa hal itu merata di seluruh daerah di Sumatra Barat.
Tanah berdebu, daun-daun pohon menguning untuk menggugurkan daun agar penguapan tidak terlalu banyak. Beberapa rumah sumurnya mulai susah mengeluarkan air.
Hari Senin saya memposting di Facebook saya puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul "Hujan Bulan Juni". Puisi ini terkenal, sederhana tapi indah dan maknanya dalam.
Saya tak begitu paham makna sebenarnya yang dimaksud penulisnya, karena tiap orang bisa memaknai berbeda. Yang jelas saya mengatakan di akhir postingan bahwa saya rindu hujan di bulan Juni karena kemarau ini.
Sorenya langit mendung, kemudian hujan turun setelah magrib. Hujan itu awet hingga hari Selasa pagi.
Hujannya tidak lebat bergemuruh, tipis tapi tak reda-reda. Hujan baru berhenti sekitar pukul 16.00
Saya berpikir, hujannya puitis juga ya. Satu bulan tak hujan, lalu dipancing dengan puisi Sapardi, langsung turun semalaman bahkan sampai siang. Alhamdulillah, semoga hujan ini membawa berkah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan