Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sudah Ditakdirkan

Heni menghadiri pertemuan keluarga yang bulan ini diadakan di rumah Rosa. Seperti biasa tamu yang datang membawa camilan atau buah, sedangkan tuan rumah menyediakan makanan berat.

Usai pertemuan dan penarikan arisan, makanan yang dibawa para sepupu itu dikumpulkan, dan yang berminat boleh membawa pulang. Heni seperti biasa menolak, karena di rumah hanya dia bersama suami.

Pulangnya Tante Irma dan Tante Dewi menumpang mobil Heni. Setelah kedua bibinya itu diantar ke rumah masing-masing, barulah Heni dan suami menuju rumah.

Turun dari mobil, Heni melihat sesuatu di kursi tempat duduk Tante Irma tadi. Kemudian dia menyadari itu adalah nagasari dan donat yang dibawa Tante Irma.

Heni segera menelepon Tante Irma. "Tante, ini ada makanan tinggal di mobil, punya Tante Irma atau Tante Dewi?"

"Punya Dewi tuh, punya Tante ada kok."

Kembali Heni menelepon, "Tante, ini makanan Tante tinggal di mobil. Bagaimana ini?"

Henipun bingung mengingat jarak rumahnya dengan Tante Dewi sekitar 30 kilo.

"Rezekimu itu Hen. Memang dari awal Tante ga niat bawa, tapi sudah dibungkus Rosa, dipaksa bawa juga. Berarti ditakdirkan untuk kamu itu Hen, ambil saja."

Heni tersenyum, padahal dia tak berniat membawa. Tetapi bila Allah sudah menakdirkan makanan itu adalah untuknya, maka selalu ada cara sehingga sampai ke tangannya.

449
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post