Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ada Apa dengan Super Air Jet?

Bepergian dengan pesawat terbang pada masa sekarang sudah umum dilakukan. Hal itu dikarenakan perusahaan penerbangan sudah banyak, bandara sudah makin nyaman dengan berbagai fasilitas. Bahkan pada beberapa rute penerbangan harga tiket cukup murah, seperti dari Padang ke Kuala Lumpur dengan Air Asia yang bisa pada harga 300- an ribu.

Super Air Jet adalah perusahaan yang masih cukup baru. Pramugarinya berpakaian kasual dengan celana panjang warna coklat muda. Dalam waktu singkat perusahaan itu menguasai hampir semua rute penerbangan di Indonesia.

Dengan harga tiket yang cukup terjangkau, maka perusahaan itu banyak diminati konsumen. Tetapi makin lama konsumen makin gerah dengan tingkahnya. Delay (keterlambatan) hampir selalu terjadi di semua bandara dan rute penerbangan. Keterlambatan satu jam hingga tiga jam lumrah terdengar di pengeras suara banyak bandara.

Saat menulis ini saya sedang di bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Penerbangan saya adalah tiket terusan dari Banda Aceh ke Jakarta, lalu dari Jakarta ke Padang.

Saat mendaftar (check in) di loket sudah terlihat keterlambatan. Karena di tiket tertulis pukul 12.10 ke Jakarta, tapi di loket tertulis 12.40. baiklah, terlambat 30 menit.

Setelah sampai di ruang tunggu, terdengar pengumuman bahwa pesawat yang akan saya tumpangi mengalami keterlambatan tiga jam!

Tentu akan berpengaruh pada jadwal saya berikutnya dari Jakarta ke Padang. Petugasnya mengatakan, hal itu akan diatasi nanti saat saya sampai di Jakarta. Untuk keterlambatan ini semua penumpang mendapat kompensasi makan siang.

Bila setiap bandara terlambat, setiap hari terlambat, semua rute terlambat, apakah mereka menganggap itu lumrah? Apakah mereka tak pernah rapat untuk mengevaluasi kegiatan per pekan, per bulan?

Saat saya di musala untuk salat Zuhur, seorang penumpang lain mengatakan, "Mereka diambang kebangkrutan Bu."

"Mereka laku kok, semua rute ramai, pesawat penuh," jawabku.

"Yang saya dengar begitu."

Oh ya, kalau memang diambang kebangkrutan, perbaiki diri dong.

Seperti saya pernah katakan, saya tak bisa mengatakan tidak akan pernah naik Super Air Jet lagi. Tapi ya..mestinya mereka juga dengar suara hati konsumen.

463
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post