Anak Bungsu
Hari ini pertama kali saya masuk ke kelas wali saya, kelas 10 E.2. Saya memperkenalkan diri, lalu dilanjutkan dengan pemilihan perangkat kelas. Kami juga menyusun kesepakatan kelas, mengisi formulir data siswa dan diteruskan dengan kerja di bakti membersihkan bagian dalam dan luar kelas.
Di rumah saya memeriksa data siswa yang mereka isi. Saya menemukan hal yang menarik, banyak sekali siswa yang tak punya adik atau anak bungsu.
Dari 34 siswa, yang menyerahkan formulir data, 18 orang diantaranya adalah anak bungsu, lebih dari 50%.
Hampir semua mereka lahir tahun 2010, hanya empat orang yang kelahiran 2009.
Bukankah itu perpaduan yang menarik? Anak generasi Z, anak bungsu pula.
Stereotipe untuk anak bungsu adalah manja dan minta diperhatikan. Sedangkan sifat umumnya gen Z adalah cendrung malas, ingin serba instan dan kurang peduli lingkungan.
Seburuk itukah yang akan saya hadapi setahun ke depan?
Saya tidak akan berprasangka buruk, karena setiap anak itu istimewa. Merupakan tantangan yang menarik untuk menghadapinya.
Semoga semua dimudahkan bagi saya, dan berhasil membawa mereka ke tingkat yang lebih baik pada tahun depan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan