Bawa Apa?
Aku sampai di rumah pukul 14.55. Aku memarkirkan motor di teras lalu membuka pintu rumah. Di ruang keluarga aku melihat suami menonton tv sambil memegang gelas minumnya.
"Kamu bawa apa?" suamiku bertanya, dan sesaat aku merasa terlempar ke masa lalu saat anak-anakku balita, itu yang ditanyakan mereka saat aku membuka pintu sepulang mengajar. Apakah aku membawa sesuatu untuk dimakan.
Aku menarik nafas, aku lelah mengajar 8 jam, lelah naik motor pada jalan yang terik. Aku mengharapkan suami yang "di rumah saja" akan menyambutku dengan segelas minuman, tapi malah bertanya aku membawa apa. Tiba-tiba saja aku ingin menangis.
Melihat aku diam saja, mungkin ia merasa bersalah.
"Eh, kamu sudah makan siang?"
Aku hanya mengangguk, dan berjalan masuk ke kamar.
Suamiku sudah pensiun dari kantor Dinas Pendidikan sejak setahun yang lalu. Sementara masa dinasku sebagai guru SMA masih ada tiga tahun lagi. Kami hanya berdua di rumah, karena ke dua anak kami sudah menikah dan tinggal di kota berbeda. Kegiatan suamiku mengurus kolam ikan nila serta sekitar 50 ekor ayam petelur yang berada di halaman rumah. Lumayanlah untuk memenuhi kebutuhan protein kami berdua.
Aku berpikir sambil mengganti pakaian, apakah dia kesepian? Seharian di rumah tanpa teman. Mengurus ikan dan ayam tidak terlalu merepotkan. Sementara aku setiap hari masih berinteraksi dengan siswa dan teman.
Selesai salat Asyar aku duduk di sampingnya.
"Abang mau beli camilan ke mini market? Ayok, aku temani."
Dia tersenyum menatapku, lalu mengangguk cepat.
"Kita singgah sekalian di warung es krim yang baru itu ya?" ajaknya.
Aku kembali mendengar nada kesepian dalam suaranya.
Aku kemudian berkata pelan, "Pekan depan ada long weekend, Abang mau gak kita staycation di hotel, bisa tuh dua malam."
Wajahnya makin cerah, "Mau..mau.., biar Abang yang cari dan pesan hotelnya."
Ternyata memang benar, suamiku mengalami sesuatu yang kuanggap tak mungkin terjadi padanya, dia merasa ditinggalkan dan kesepian.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan