Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pain of Paying

Dalam suatu video saya menonton Profesor Rhenald Kasali, guru besar fakultas ekonomi UI bercerita tentang Pain of Paying, yang dalam bahasa Indonesia bisa kita artikan "sakit saat membayar."

Di zaman yang semakin modern ini, banyak sekali hal yang berhubungan dengan uang dilakukan secara non tunai. Gaji masuk rekening, tunjangan profesi masuk rekening, kita tak melihat wujudnya, hanya melihat jumlah angkanya bertambah.

Demikian juga dengan pengeluaran, yang banyak sekali secara non tunai. Saya sendiri lebih suka membayar dengan non tunai untuk berbagai transaksi. Misalnya membeli tiket pesawat, membayar biaya hotel, belanja di super market, makan di restoran, belanja di toko buku, apa lagi belanja di aplikasi on line seperti Shopee dan Tik- tok.

Mengapa belanja non tunai itu menyenangkan? Pertama kita tak perlu membawa dompet dengan isi yang penuh, sehingga lebih praktis. Kedua, seperti yang dikatakan Prof. Rhenald Kasali, kita tak merasakan pain of paying.

Saat membuka dompet, mengeluarkan lembar demi lembar pada penjual, ada rasa "sakit" melihat uang berpindah tangan dan melihat dompet menjadi tipis. Rasa itulah yang lenyap saat pembayaran dilakukan dengan non tunai. Karena tak ada rasa "sakit" maka pembayaran secara non tunai terasa lebih menyenangkan.

Mengapa saya membahas ini? Pekan terakhir Juni kami memutuskan berlibur ke Banda Aceh, yang akan dilaksanakan tanggal 6 Juli mendatang. Biaya tiket pesawat berdua dan hotel empat malam menghabiskan biaya 9,5 juta. Itu belum termasuk biaya makan dan transportasi di sana. Tetapi karena semua dilakukan secara non tunai, "sakit" nya tak begitu terasa. Tetapi setelah melihat jumlah pengeluaran, jadinya tertegun juga.

Tapi sudahlah, bukankah rezeki yang ada akan terasa manisnya bila dinikmati, dari pada hanya ditimbun di rekening. Bagaimanapun saya berterima kasih pada penemu transaksi non tunai, yang membuat hidup menjadi lebih mudah.

456
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post