Semalam
Di pelabuhan Balohan Sabang saat menunggu keberangkatan kapal ke Banda Aceh seorang bapak-bapak menyapaku.
"Dengan siapa Bu?"
"Dengan suami Pak, beliau lagi ke toilet."
"Kapan ibu nyampe sini?"
"Tadi pagi dengan kapal pukul 8.00, sekarang balik lagi. Pokoknya sudah berfoto di tugu nol kilometer Pak," jawab saya sambil tersenyum.
"Berarti Ibu ga nginap di Sabang?"
"Engga Pak, satu hari bolak balik."
"Oh, kalau saya dari Medan, datang semalam, kapal yang pukul satu, nginap dengan anak saya."
"Kapal pukul satu malam? Memang ada Pak?"
Saya tahu di jadwal itu ada tiga jadwal kapal ke Sabang ataupun ke Banda Aceh. Baik kapal cepat atau kapal lambat, ada yang pukul 8.00, pukul 10.00 dan 14.30 Kapal cepat sampai selama 45 menit, sedangkan kapal lambat butuh waktu selama dua jam. Baik di Sabang ataupun di Banda Aceh kapal merapat paling lambat pukul 18.00. Lalu, kapal apa yang merapat pukul satu malam?
Bapak itu menggelengkan kepala.
"Semalam Bu, pukul satu semalam!"
Oh..! Tiba-tiba saya ingat istilah semalam yang berlaku di Medan. Saya mengetahui karena dulu setiap tahun ke Medan saat anak perempuan saya kuliah di USU. Semalam itu di Medan artinya kemarin, bukan tadi malam. Berarti si Bapak datang kemarin mendarat di Sabang pukul satu siang, bukan pukul satu malam.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan