Abaikan
Belum lagi pertemuan keluarga aku sudah stres duluan membayangkan bertemu Tante Voni. Ingin menolak datang, tapi mama mengajakku menemaninya.
Pertemuan itu di rumah nenek, ibu mama yang berumur 81 tahun tapi masih sehat. Nah, itu tante Voni langsung tersenyum melihatku.
"Eh Dea, udah dapat kerja?"
Padahal aku baru wisuda bulan lalu, mama saja tidak pernah nanya-nanya. Mama saja tidak tahu, kalau aku kemarin lulus wawancara dengan HRD perusahaan keren impianku, tinggal wawancara dengan owner yang aku rasa pasti bisa melewatinya.
"Dea masih mau nyantai Te, menikmati hidup, cape Te, banting tulang ngurus skripsi."
"Kamu mau jadi apa si De?"
"Jadi anak baik Te, anak saliha yang ga ngurusin orang, ga bikin sakit hati orang."
Mama mencubitku, aku balas meremas jari mama. Tante Voni memerah wajahnya. Masa bodo, semoga setelah ini dia tidak nyebelin lagi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan