Alamat
Sebagai wali kelas tentu saya punya data tentang siswa waliku. Ada sesuatu yang saya cari tentang data mereka dan tiba-tiba saya terhenti pada data Fariz, pada alamatnya.
Dia tinggal di alamat yang lingkungannya orang kaya lama, dengan rumah besar-besar yang berhalaman luas. Umumnya mereka pewaris dari usaha turun temurun. Tapi, saya merasa Fariz bukan yang seperti itu. Dia terlalu, apa ya..terlalu biasa.
Saat beberapa hari kemudian ada kesempatan menyapa Fariz, saya menanyakan hal itu. Wajahnya tertunduk.
"Saya memang tinggal di situ Bu, dia menyebut nama seorang pengusaha properti terkenal.
"Kamu anaknya?"
Dia menggeleng keras.
"Ayah saya supir, Ibu saya ART, jadi kami dapat fasilitas rumah di dalam itu, agar urusan kerja orang tua saya lebih mudah."
Saya menatapnya, ada sekilas tidak percaya diri tergambar di wajahnya.
"Baik-baik ya Fariz, belajar yang rajin, agar bisa membanggakan ayah ibumu."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan