Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Bekal Siswa

Di sekolahku mulai semester ini ada larangan membawa wadah makanan dan minuman dari plastik sekali pakai. Hal itu untuk mengurangi jumlah sampah plastik di tempat sampah sekolah. Ada timbunan gelas air mineral, gelas plastik minuman capucino, es teh dan sterefoam di sana. Karena itulah sekolah membuat larangan tersebut. Sebetulnya gerakan ini berawal juga dari anjuran kepala dinas pendidikan provinsi Sumatra Barat.

Karena itulah suswa dianjurkan membawa bekal makanan dan minuman agar tidak membeli dengan wadah plastik sekali pakai. Dalam kenyataannya membawa bekal lebih banyak dilakukan anak perempuan. Ada kelas yang siswa laki-lakinya membawa bekal, tapi jumlahnya hanya dua atau tiga orang. Saat ditanya pada siswa yang tidak membawa bekal, jawabannya, "Saya mau Bu, tapi gak ada yang mau dibawa, Ibu belum masak."

"Terus pergi sekolah tadi makan apa? tanyaku.

"Ga ada Bu, sarapan dulu di kantin."

Saya mesti menjawab apa? Ada apa dengan ibu mereka? Mengapa tega melepas anak ke sekolah tanpa diberi sarapan apapun?

Saya dibesarkan dengan ultimatum "Kalau tidak sarapan, tidak usah berangkat sekolah." Ultimatum itu berlanjut saat saya punya anak, mereka juga diperlakukan dengan aturan yang sama. Jadi kami pergi sekolah dengan perut yang nyaman, walau yang dimakan itu sederhana, tapi ada usaha dari ibu untuk berusaha di pagi hari menyiapkan isi perut anaknya.

Saya ingin berkomentar, "Sesibuk apakah ibu kalian? Saya wanita bekerja, dari mulai menikah hingga kini selalu menyediakan sarapan untuk orang rumah." Tetapi tak mungkin komentar itu keluar. Saya hanya berkata, " Ya bantulah ibumu." Jawab siswa, "Kita aja buru-buru Bu, bagaimana bisa bantu masak lagi."

Jadi, kalau sarapan saja tak tersedia di rumah mereka, apalagi bekal untuk makan siang di sekolah. Kesimpulannya, kenyamanan dan kesejahteraan seorang siswa sangat dipengaruhi usaha dan kerajinan seorang ibu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post