Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Utang

Untuk yang ke sekian kalinya Dita meminjam pada Hana. Percakapan itu melalui chat. Hana ingin sekali menolak, tapi dia tak punya alasan, karena uang sejuta itu ada berpuluh kali lipat di rekeningnya. Sudah dua kali pinjaman sebelumnya Dita mengecewakan, karena selalu ingkar dari tanggal semula.

"Kamu bayar sesuai janji ya Dit, tanggal 15."

"Sebelum tanggal 15 aku usahakan sudah lunas kok Han."

Segera Hana mentransfer uang sejuta itu ke rekening Dita.

Tanggal 15 datang, Hana berpapasan dengan Dita di lobby kantor, saling menyapa biasa, tak ada menyinggung pembayaran. Hana menghela nafas, menunggu sajalah.

Tanggal 17 Dita meminta maaf melalui chat, karena belum bisa membayar, akan diusahakan dua hari lagi. Hana tak membalas percakapan tersebut.

Di kantor tetap seperti biasa, mereka bertemu, saling menyapa, tapi tetap tak ada pembicaraan tentang utang piutang. Hana berusaha tak ada yang tahu bahwa Dita berutang padanya, dia menjaga harga diri Dita. Tetapi yang dijaga malah semakin seenaknya.

Hana berkata pada suaminya di rumah, "Akan saya biarkan sampai akhir bulan, saya amati saja reaksinya. Nanti tanggal satu saya tagih, saya tak akan menjaga harga dirinya lagi. Perasaan saya saja dia tak peduli."

"Bagaimana baiknya saja, yang penting jangan lagi berurusan utang piutang dengan Dita, ini yang terakhir," kata suaminya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post