Ingin Putus tapi Sayang
Judul di atas jangan disalah artikan. Saya dan suami baik-baik saja, apa lagi pacar, masa nenek-nenek punya pacar.
Ini tentang hubungan saya dengan Gurusiana. Sama seperti semua gurusianer lain, semangat menulis itu naik turun, sementara tiap hari harus setor tulisan. Kadang saya lelah, ingin berhenti saja.
Eh, tapi saya sendiri yang pernah mengatakan, menulis itu terapi. Melatih otak agar tidak cepat pikun, masa tidak konsekwen dengan kata-kata sendiri.
Jadi bagaimana ya, putus apa tidak ya. Karena saya yakin, bila saya menulis sudah pernah bolong dengan sengaja, maka lebih sulit untuk memulai lagi. Itu sudah terbukti dari beberapa teman yang saya kenal , sekarang sudah tidak pernah menulis lagi di Gurusiana, karena sudah menjadi malas untuk memulai menulis kembali.
Sepertinya saya belum jadi putus.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan