Pinjaman
Siang itu Dini mengirim foto bukti transfer bahwa dia telah membayar utangnya padaku sebanyak 500.000. Dia membayar tepat waktu, sesuai janjinya. Dia mengucapkan terima kasih dan aku mengucapkan hal yang sama.
Aku ingat saat dia meminjam melalui telepon, katanya untuk tambahan biaya penelitian anaknya yang sedang skripsi. Dia menambahkan bahwa ia berterima kasih padaku yang tidak mengatakan ke mana-mana bahwa dia meminjam uangku.
"Memangnya siapa yang pernah begitu padamu?"
Dia hanya tersenyum.
"Pokoknya pernah Bu, padahal saya bayar sesuai janji, tapi kok ada yang tahu saya meminjam uang pada orang tersebut "
Aku menatap perempuan teman sekantorku yang single parent tersebut, lalu berkata pelan.
"Din, saat seseorang meminjam uang pada orang lain, dia sudah menekan rasa malunya, sudah berpikir bila tidak dikabulkan dan beberapa kekhawatiran lain. Saya tidak mau menambah kekhawatirannya. Selain itu saya tak mau pahala saya hilang karena hati orang sedih karena ulah mulut saya."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan