Rumah Sebelah (2)
Malam itu setelah makan Vina duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkan gadget. Haid hari pertama membuat tubuhnya tidak nyaman. Saat itu dia mendengar suara seperti tutup panci yang terjatuh ke lantai dari arah rumah sebelah.
"Mulai lagi..." Keluh Vina dalam hati.
Setelah itu tak ada suara lagi, dan Vina membaringkan tubuhnya agar perut dan pinggangnya menjadi nyaman.
Tidak tahu berapa lama ia tertidur, ia terbangun ketika mendengar suara tangisan, benda jatuh dan bentakan dari rumah sebelah. Vina segera duduk dan keluar kamar. Di ruang tv suaminya tertegun seperti menajamkan telinga.
"Ribut sekali Bang."
"Kita tidak bisa ikut campur Vin, tidur saja kembali, sudah mendingan perutnya?"
Vina mengangguk, tentu saja ia tidak bisa langsung tertidur lagi.
Tak lama terdengar suara motor keluar dari rumah sebelah. Suaminya lalu mematikan tv dan merapikan gorden untuk masuk ke kamar. Saat itulah terdengar kata tolong yang tertahan, seperti suara kesakitan. Vina segera keluar kamar dan suaminya mengintip dari balik gorden.
"Astagfirullah...! Suaminya berteriak lalu segera membuka pintu rumah.
Di pagar mereka Reni bertumpu dengan kepala berlumuran darah, sesaat kemudian dia jatuh. Vina segera berteriak memanggil tetangga yang lain.
Malam itu dengan mobil Pak Adi Reni dibawa ke RS terdekat. Keningnya mendapat tujuh jahitan, matanya memar, pipinya bengkak. Syukurlah tak ada yang patah, tapi malam itu dia dirawat inap untuk memastikan kondisi tubuhnya.
Tomi suaminya ditangkap di warung kopi tak jauh dari komplek perumahan. Tanpa perlawanan, bahkan seperti linglung tanpa menyadari apa yang telah dilakukan.
Vina dan suami sampai ke rumah kembali pukul 02.00 dini hari. Dengan kesal Vina berkata pada suaminya
"Mulai sekarang, jangan pernah berkata jangan ikut-ikut urusan rumah tangga orang lain Bang. Seandainya Reni tak selamat malam ini, kitapun pasti ikut-ikut juga.Ikut berurusan dengan polisi."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan