Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tidak Adil

Saat istirahat Lili menemuiku di kantor guru, wajahnya mendung.

"Bu, saya merasa peraturan sekolah ini tidak adil."

"Peraturan yang mana?" tanyaku.

Lili menunduk sebentar, saat ia mengangkat wajahnya, aku melihat air mata. Aku membiarkan sampai ia bicara kembali.

"Peraturan sekolah yang membebaskan SPP pada siswa yang yatim atau piatu Bu, tapi tidak untuk siswa yang orang tuanya bercerai."

"Tentu saja Li, yang orang tuanya bercerai masih bisa dibayarkan oleh orang tuanya, yang kebetulan tidak serumah lagi."

Aku melihat air matanya makin jatuh.

"Rina bebas SPP Bu, karena anak yatim, tapi dia anak tunggal, ibunya PNS. Ayahnya meninggalkan warisan rumah kontrakan dan kos-kosan. Saya tidak bisa dapat Bu, padahal Ibu saya ditinggalkan ayah yang menikah lagi. Ibu mencari nafkah dengan menjual sarapan untuk membesarkan tiga anak, ayah saya sudah lama lepas tangan dengan kami Bu."

Saya menatapnya lalu menghenggam jemarinya.

"Dengar Li, Ibu paham. Ibu janji akan usahakan menanyakan ke kepsek. Bilapun tidak bisa kamu mendapat, Ibu yang akan membebaskanmu dari pembayaran SPP."

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post