Biar Sarah Saja
Bu Nina guru matematika baru saja membagi kertas penilaian harian. Lebih setengah dari jumlah siswa di kelas tersebut mendapat nilai di bawah kriteria. Dengan suara hampir putus asa Bu Nina berkata, "Kalian akan jadi apa dengan nilai seperti itu?"
Bu Nina menambahkan bahwa sebagai guru rasa bahagianya adalah saat melihat siswanya sukses dan memiliki pekerjaan bagus.
Agung yang mendapat nilai 35 kemudian berkata.
"Bu, biar Sarah saja yang jadi dokter, Veli menjadi apoteker, Yusuf menjadi tentara. Tapi saya akan jadi kurir paket Bu, sudah diterima sebetulnya, nunggu tamat SMA ini. Itu pekerjaan asyik, jalan tiap hari ditunggu oleh orang yang memesan barang itu. Sedangkan Edo ini akan meneruskan usaha ayahnya jualan sate. Dimas juga membantu usaha ayahnya membuat perabot. Tidak mungkin semua kami akan jadi dokter Bu. Dokter kan perlu kurir paket, perlu beli sate, perlu beli perabot. Nah itulah gunanya kami."
Bu Nina terpana, tak tahu lagi harus bicara apa.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan