Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gemblong

Besok Jumat, seperti biasa saya akan membawa camilan untuk dibagi di ruang guru. Jumat berkah, atau apalah namanya, yang jelas dalam Islam dikatakan bersedekah di hari Jumat pahalanya lebih besar.

Saya membuat gemblong. Ini pertama kali saya membuatnya. Versi Minang yang biasa saya buat namanya Paruik Ayam. Itu dibuat dari singkong yang diparut, di saring, agar airnya menyusut, dicampur parutan kelapa. Setelah itu dicetak bulat lonjong dan digoreng. Kemudian gula merah dicampur gula pasir dikaramel untuk melumurinya.

Gemblong hampir sama, tetapi lebih praktis karena dibuat dari tepung ketan, tidak perlu memarut singkong.

Sore saya menyekesaikan sampai tahap dicetak bulat lonjong, lalu menyimpan di kulkas.

Pukul 21.00 saya menggorengnya, tetapi belum dilapis gula. Besok pagi saja saya membuat lapisan gula setelah salat subuh.

Saya hanya berniat berbagi dengan ikhlas. Semoga teman di sekolah menyukainya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post